Sabtu, 31 Oktober 2009

Mitos-Mitos Yang Berkembang Seputar Masturbasi

Bermasturbasi merupakan kegiatan meraba atau menggosok-gosokkan alat kelamin atau alat kelamin orang lain, terutama pada penis atau klirotis. Tujuannya, untuk memberikan kenikmatan seksual. Biasanya, orang melakukan masturbasi sambil membayangkan hal-hal seksual. Masturbasi juga digunakan sebagai salah satu cara untuk meraih kenikmatan seksual, dengan atau tanpa pasangan.



Meski begitu, tidak semua orang melakukan masturbasi. Ada orang yang sama sekali tidak pernah dan tidak ingin melakukannya. Kondisi itu disebabkan banyak orang yang menganggap masturbasi dapat menyebabkan hal-hal buruk terjadi. Nah, bila Anda ingin mengetahui mitos-mitos yang berkembang seputar masturbasi, rangkuman dari The Puberty Book berikut mampu menjawabnya katanya sih :
  • Penis akan lepas
  •  Mereka yang suka melakukan masturbasi akan menjadi buta, botak, atau gila.
  • Rambut akan tumbuh di telapak tangan.
  • Akan timbul jerawat
  • Tidak dapat memiliki keturunan
  • Akan menimbulkan sakit perut
  • Tidak dapat berprestasi baik dalam olahraga

Kendati menakutkan, namun masturbasi dianjurkan bagi pasangan yang sudah menikah. Masturbasi mutualisme merupakan tindakan saling bermasturbasi yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri) yang tidak bermasalah. Karena mereka menganggap masih membutuhkan pasangan masing-masing. Tapi yang bermasalah adalah bila masturbasi itu bersifat auto masturbation yang memberi kenikmatan hanya untuk diri sendiri.


Lewat masturbasi, baik Anda dan si dia sama-sama menerima rangsangan seksual audiovisual tanpa harus senggama. Tidak ada aturan yang ditetapkan untuk saling bercumbu, bahkan sampai melakukan oral seks. Sepanjang tidak berlebihan, masturbasi sah-sah saja dilakukan. Apalagi, bila kegiatan ini dilakukan bersama si dia.

Photobucket




[...Read More...]

Selasa, 27 Oktober 2009

Wow ... Untuk Ukuran Penis, Pria Afrika Adalah Jawaranya!

Walaupun banyak orang yang beranggapan bahwa ukuran bukanlah segalanya, nyatanya ukuran penis tetap memengaruhi pendapat orang tentang keperkasaan. Dengan mengetahui ukuran Mr P, dapat diketahui kemampuan ereksi pria yang bersangkutan. Benarkah? Ukuran penis saat tidak berereksi bervariasi dari satu pria ke pria lainnya. Ukuran penis sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan ukuran badan si pria.



Saat penis berereksi, penis yang berukuran kecil menjadi bertambah besar. Ukurannya pun melebihi penis yang berukuran besar. Dengan demikian, ukuran penis yang sedang berereksi tidak banyak berbeda dengan satu sama lain. Memang tidak bisa dimungkiri, ukuran penis bisa memengaruhi rasa percaya diri kamu adam. Namun ujntuk mengetahui ukuran alat vital pria, ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Besar kecil ukuran dari penis relatif dan berbeda-beda sesuai dengan usia, ras, faktor genetik, kondisi fisik, dan beberapa hal lainnya.


Hasil penelitian Prof Dr Lewis Conrad dari Pensilvania Hospital yang dilakukan di sejumlah rumah sakit dan akademi di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa ukuran penis berhubungan dengan tingkat percaya diri pria. "Kebanyakan pria dewasa ini ingin sekali membesarkan ukuran penisnya. Tetapi ketahuilah, hasilnya selalu tidak pernah maksimal," ujar Prof Dr Lewis Conrad.

Berdasarkan penelitian ukuran alat vital pria Asia. Terutama pria normal di Indonesia sekitar 12-16 cm. Dengan rata-rata sekitar 12 cm. Adapun, ukuran penis pria Amerika dengan rata-rata sekitar 15 cm dan pria Brasil dengan rata-rata 15,5 cm. Bahkan, pria Afrika 17 cm. "Perbedaan itu terjadi karena adanya perbedaan letak geografis dan perbedaan postur tubuh karena perbedaan makanan yang dikonsumsi," tandasnya.

Photobucket




[...Read More...]

Minggu, 25 Oktober 2009

Berhubungan Seksual Sambil Tidur

Bagi kaum wanita, pria yang langsung tertidur setelah bercinta adalah hal yang sangat dibenci. Namun, ternyata ada yang lebih menjengkelkan dari hal itu, yakni orang yang berhubungan seksual sambil tidur. Kondisi ini oleh para ahli disebut sebagai sexomnia. Tiga peneliti dari Universitas Otawa, Toronto, dan the Toronto Western Hospital, mendeskripsikan sexomnia sebagai gabungan antara mengalami mimpi basah dan tidur sambil berjalan (sleepwalking).



Yang menarik, berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti, kebanyakan pasangan dari orang yang sexomnia tersebut tidak keberatan dengan kondisi pasangannya. Sebagian besar malah senang dan tak peduli harus bercinta dengan pasangannya yang sedang dalam kondisi tidak sadar. Kelainan sexomnia ini ditemukan para ahli saat mereka mewawancarai pasien di sebuah klinik gangguan tidur. Sexomnia ini disebut sebagai variasi yang berbeda dari sleepwalking. Meski demikian, sebelumnya juga sudah diketahui adanya pasien sleepwalking yang melakukan perbuatan tidak senonoh saat mereka tertidur.

Dalam penelitian yang dilakukan di Kanada itu ditemukan 11 kasus sexomnia dan hampir seluruhnya adalah pria. Seorang suami berusia 35 tahun menggambarkan dirinya seperti sedang mengalami mimpi erotis, kemudian mewujudkan mimpi itu dengan istrinya tanpa sadar. Ia baru menyadari perilakunya saat sang istri menceritakannya keesokan harinya. Seorang kekasih dari pria berusia 43 tahun juga bercerita, pasangannya tersebut kerap melakukan hubungan seks sambil tertidur. Meski begitu, gadis ini tak keberatan karena, menurutnya, kekasihnya berubah jadi "orang lain" saat tertidur. "Dia jadi lebih lembut, romantis, dan berusaha memuaskan saya," ujarnya.

Seorang istri juga merasakan perilaku berbeda suaminya yang mengidap sexomnia. "Saat tertidur, ia justru jadi agresif di tempat tidur," katanya. Meski jumlah kasus sexomnia yang ditemukan masih sedikit, namun para ahli menduga jumlahnya mungkin jauh lebih besar. Hal ini karena belum banyak penderita yang berkonsultasi ke dokter karena tidak menganggap kondisinya sebagai suatu masalah.

Photobucket




[...Read More...]

Aneka Informasi © 2009 --- Sponsored by: DuniaNya Pria